SAJAK AKHIR HAYAT
Bagiku engkau SEPERTI BINTANG (Moses Bandwidth) bintang yang menerangi malamku. Tapi kini kau adalah LEMBARAN LAMA (Moses Bandwidth), lembaran yang telah usai. Dan ketika PERSONAL DILEMA (Betrayer) muncul kembali, jiwa ini mulai RAPUH (Moses Bandwidth). Hanyalah ANARKI (Betrayer) yang hanya ada di dalam otak dan sekuat hati nurani takkan mampu BERHARAP KEMBALI (Innerbeauty) akan NURANI KEHIDUPAN (Innerbeauty) yang telah hilang. Ku tak mau menjadi PENGKHIANAT (Betrayer) yang selalu menjadi POLUSI (Betrayer) di dalam diri. Tak pernah menghargai HAK ASASI (Sucker Head) menjadi budaya dan HASAD DENGKI (Innerbeauty) serta KESOMBONGAN (Betrayer) menjadi panutan. Tapi ku harus berusaha TETAP BERDIRI (Vallian), tetap semangat, tanpa menyiakan setetes DARAH JUANG (Innerbeauty) yang sangat berarti. Harus berprinsip bahwa KEBENARAN (Betrayer) akan selalu menang, harus bisa berusaha TO DEFEND THE VIOLENCE (Betrayer) sebelum KIAMAT MENUTUP TAUBAT (Kembang Kuburan), sebelum lisan berucap “KUUCAPKAN SELAMAT TINGGAL (Moses Bandwidth)”. Jiwa ini HANYA BISA BERNYANYI (Betrayer) melihat semua yang terjadi, menyerukan ayat – ayat yang menjadi pedoman hidup. Menghalau KEBENCIAN (Betrayer) yang selama ini menghapus kenangan-kenangan INDAH (Betrayer) yang DI HALANG MIMPI (Crystal Dream).


